<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rs sari asih &#8211; infotangerang.com</title>
	<atom:link href="https://www.infotangerang.com/tag/rs-sari-asih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.infotangerang.com</link>
	<description>Multimedia Tangerang Raya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Dec 2025 08:37:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2025/10/cropped-Logo-INFOTANGERANG-32x32.png</url>
	<title>rs sari asih &#8211; infotangerang.com</title>
	<link>https://www.infotangerang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Hidup Sehat Seorang Pria dari Sherwood Nottingham Inggris Tidak Berjalan Mulus</title>
		<link>https://www.infotangerang.com/kisah-hidup-sehat-seorang-pria-dari-sherwood-nottingham-inggris-tidak-berjalan-mulus/</link>
					<comments>https://www.infotangerang.com/kisah-hidup-sehat-seorang-pria-dari-sherwood-nottingham-inggris-tidak-berjalan-mulus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mad Don]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 08:37:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[rs sari asih]]></category>
		<category><![CDATA[sherwood nottingham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.infotangerang.com/?p=1472</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesehatan, infotangerang.com &#8211; Kisah seorang pria dari Sherwood, Nottingham, Inggris, menjadi pengingat keras bahwa penampilan fisik yang prima bukanlah jaminan kesehatan yang sesungguhnya. Dikenal sebagai pria yang sangat sehat dan bugar di usia 54 tahun, ia masih aktif berlari, menjalani gaya hidup tanpa alkohol &#8211; tidak merokok, tidak minum alkohol, apalagi menggunakan narkoba. Namun, kondisi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.infotangerang.com/kisah-hidup-sehat-seorang-pria-dari-sherwood-nottingham-inggris-tidak-berjalan-mulus/">Kisah Hidup Sehat Seorang Pria dari Sherwood Nottingham Inggris Tidak Berjalan Mulus</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://www.infotangerang.com">infotangerang.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img fetchpriority="high" decoding="async" width="780" height="420" src="https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2025/12/Ilustrasi-Stroke.jpg" class="attachment-full size-full wp-post-image" alt="" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;" srcset="https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2025/12/Ilustrasi-Stroke.jpg 780w, https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2025/12/Ilustrasi-Stroke-300x162.jpg 300w, https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2025/12/Ilustrasi-Stroke-768x414.jpg 768w, https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2025/12/Ilustrasi-Stroke-24x13.jpg 24w, https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2025/12/Ilustrasi-Stroke-36x19.jpg 36w, https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2025/12/Ilustrasi-Stroke-48x26.jpg 48w" sizes="(max-width: 780px) 100vw, 780px" /><p><strong>Kesehatan, <a href="http://Infotangerang.com" target="_blank" rel="noopener">infotangerang.com</a> &#8211;</strong> Kisah seorang pria dari Sherwood, Nottingham, Inggris, menjadi pengingat keras bahwa penampilan fisik yang prima bukanlah jaminan kesehatan yang sesungguhnya. Dikenal sebagai pria yang sangat sehat dan bugar di usia 54 tahun, ia masih aktif berlari, menjalani gaya hidup tanpa alkohol &#8211; tidak merokok, tidak minum alkohol, apalagi menggunakan narkoba.</p>
<p>Namun, kondisi fisik yang tampak sempurna itu runtuh seketika. Tiba-tiba, ia merasakan kelemahan di sisi kiri tubuh, mati rasa, hingga kesulitan parah dalam menjaga keseimbangan, berjalan, menelan, dan berbicara. Keluarga segera membawanya ke klinik terdekat, dan hasilnya mengejutkan: tekanan darahnya melonjak drastis hingga 254/150 mmHg.</p>
<p><strong>Hipertensi: Pembunuh Senyap yang Mengintai</strong></p>
<p>Mengomentari kasus-kasus seperti ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Cipondoh dr. Kiki Maharani, Sp.PD. FINASIM, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap tekanan darah tinggi.</p>
<p>&#8220;Inilah mengapa hipertensi sering disebut &#8216;silent killer&#8217;. Banyak pasien merasa sehat, tidak merasakan gejala apa pun, juga tidak harus menunjukkan gejala pusing, namun di dalamnya terjadi kerusakan pembuluh darah secara perlahan,&#8221; ujar dr. Kiki.</p>
<p>Tekanan darah yang mencapai 254/150 mmHg berada dalam kategori krisis hipertensi, yang meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah di otak, yang menjadi penyebab langsung serangan stroke hemoragik.</p>
<p><strong>Mengapa Hipertensi Disebut Silent Killer?</strong></p>
<p>Menurut dr. Kiki Maharani, alasan utama hipertensi sangat berbahaya adalah sifatnya yang asimtomatik (tanpa gejala) pada tahap awal dan menengah.</p>
<p>1. Tidak Ada Rasa Sakit: Berbeda dengan penyakit lain, tekanan darah tinggi tidak selalu menyebabkan pusing atau sakit kepala yang signifikan, terutama pada tekanan darah yang baru meningkat.</p>
<p>2. Kerusakan Diam-Diam: Tekanan tinggi yang terus-menerus merusak dinding arteri di seluruh tubuh (termasuk di jantung, ginjal, dan otak). Kerusakan ini membuat pembuluh darah menjadi kaku (aterosklerosis) dan rentan pecah atau tersumbat.</p>
<p>3. Terdeteksi Saat Komplikasi: Seringkali, pasien baru terdiagnosis hipertensi ketika sudah mengalami komplikasi serius, seperti stroke (kelumpuhan mendadak), gagal jantung, atau gagal ginjal, sama seperti kasus pria bugar di Nottingham tersebut.</p>
<p><strong>Tindakan Pencegahan: Deteksi Dini Kunci Utama</strong></p>
<p>Meskipun gaya hidup sehat sangat penting, dr. Kiki Maharani menyarankan agar setiap orang bahkan yang merasa bugar dan aktif melakukan langkah-langkah pencegahan utama:</p>
<p>• Pemeriksaan Rutin (Medical Check-up): Jangan menunggu gejala muncul. Lakukan pengukuran tekanan darah secara teratur minimal setahun sekali. Jika ada riwayat keluarga, pemeriksaan harus lebih sering.</p>
<p>• Kenali Angka Anda: Tekanan darah normal adalah di bawah 120/80 mmHg. Angka di atas 140/90 sudah dikategorikan hipertensi.</p>
<p>• Gaya Hidup: Pertahankan pola makan rendah garam, batasi kafein, rutin berolahraga (seperti yang dilakukan pria Inggris tersebut), dan kelola stres dengan baik. Namun, ingat, gaya hidup sehat saja tidak selalu menjamin tekanan darah tetap normal jika ada faktor genetik yang kuat.</p>
<p>Kisah pria bugar di usia 54 tahun adalah alarm bagi kita semua. Kesehatan sejati ada di dalam, bukan hanya terlihat dari luar. Pemeriksaan tekanan darah rutin adalah investasi terkecil dengan dampak terbesar untuk mencegah bencana stroke atau serangan jantung mendadak.</p>
<p><strong>(Mad/Rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.infotangerang.com/kisah-hidup-sehat-seorang-pria-dari-sherwood-nottingham-inggris-tidak-berjalan-mulus/">Kisah Hidup Sehat Seorang Pria dari Sherwood Nottingham Inggris Tidak Berjalan Mulus</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://www.infotangerang.com">infotangerang.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.infotangerang.com/kisah-hidup-sehat-seorang-pria-dari-sherwood-nottingham-inggris-tidak-berjalan-mulus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Katarak dan Phacoemulsification</title>
		<link>https://www.infotangerang.com/katarak-dan-phacoemulsification/</link>
					<comments>https://www.infotangerang.com/katarak-dan-phacoemulsification/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2024 01:07:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[katarak]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[phacoemulsification]]></category>
		<category><![CDATA[rs sari asih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.infotangerang.com/?p=1297</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesehatan, InfoTangerang.com &#8211; Lensa mata berfungsi untuk memfokuskan cahaya atau gambar ke retina, yang kemudian diteruskan ke otak. Sesuatu seperti pemandangan gunung dengan pohon rindang dan dedaunan hijau akan terlihat jelas dan indah. Sayangnya, ketika lensa mata menjadi keruh akibat katarak, cahaya tidak lagi bisa masuk dengan sempurna, penglihatanpun menjadi kabur, seolah-olah melihat melalui kaca [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.infotangerang.com/katarak-dan-phacoemulsification/">Katarak dan Phacoemulsification</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://www.infotangerang.com">infotangerang.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img decoding="async" width="780" height="420" src="https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2024/10/ilustrasi2.jpg" class="attachment-full size-full wp-post-image" alt="" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;" srcset="https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2024/10/ilustrasi2.jpg 780w, https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2024/10/ilustrasi2-300x162.jpg 300w, https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2024/10/ilustrasi2-768x414.jpg 768w, https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2024/10/ilustrasi2-24x13.jpg 24w, https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2024/10/ilustrasi2-36x19.jpg 36w, https://www.infotangerang.com/wp-content/uploads/2024/10/ilustrasi2-48x26.jpg 48w" sizes="(max-width: 780px) 100vw, 780px" /><p><strong>Kesehatan, <a href="http://Infotangerang.com" target="_blank" rel="noopener">InfoTangerang.com</a> &#8211;</strong> Lensa mata berfungsi untuk memfokuskan cahaya atau gambar ke retina, yang kemudian diteruskan ke otak. Sesuatu seperti pemandangan gunung dengan pohon rindang dan dedaunan hijau akan terlihat jelas dan indah.</p>
<p>Sayangnya, ketika lensa mata menjadi keruh akibat katarak, cahaya tidak lagi bisa masuk dengan sempurna, penglihatanpun menjadi kabur, seolah-olah melihat melalui kaca buram atau berkabut.</p>
<p>Katarak adalah kondisi di mana lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh atau buram, sehingga mengganggu penglihatan.</p>
<p><a href="https://www.sariasih.id/" target="_blank" rel="noopener">Dokter Spesialis Mata RS IMC Bintaro (RS Sari Asih Group) dr. Indra Syarief, Sp.M</a>, menerangkan jika katarak terjadi terutama karena proses penuaan alami, namun ada beberapa faktor lain yang bisa mempercepat munculnya katarak, yaitu:</p>
<p>1. Penuaan: Seiring bertambahnya usia, protein di dalam lensa mata bisa menggumpal dan menyebabkan lensa menjadi keruh.</p>
<p>2. Paparan sinar UV: Paparan berlebihan terhadap sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat merusak lensa mata.</p>
<p>3. Diabetes: Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami katarak.</p>
<p>4. Trauma mata: Cedera atau trauma pada mata dapat menyebabkan katarak berkembang lebih cepat.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.infotangerang.com/katarak-dan-phacoemulsification/">Katarak dan Phacoemulsification</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://www.infotangerang.com">infotangerang.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.infotangerang.com/katarak-dan-phacoemulsification/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
